Inovasi atau Mati

Bisnis hanya digolongkan dalam 2 kategori, bisnis dengan inovasi tiada henti dan bisnis yang mati

Dari jaman batu hingga sekarang, bisnis hanya digolongkan dalam 2 kategori, bisnis dengan inovasi tiada henti dan bisnis yang mati. Yah, begitulah, apapun bisnis yang kita jalani pasti cepat atau lambat akan “mati” jika tidak kita pupuk dengan inovasi.

Dalam hal ini, inovasi diartikan sebagai segala sesuatu perubahan dalam bisnis, baik secara radikal atau bertahap. Setiap hari kita harus memikirkan, apa sih inovasi yang bisa kita lakukan hari ini. Meskipun kecil, setiap hari harus selalu ada inovasi.

Misalkan Anda sedang berbisnis berjualan nasi goreng di emperan pinggir jalan. Anda bisa melakukan inovasi dengan sangat sederhana, misalkan sediakan nasi goreng yang super super pedas, sehingga tidak ada pesaing Anda dalam satu deretan jalan raya disitu yang mampu menyaingi kepedasan dari nasgor super super pedas.

Berhasil tidaknya inovasi nasgor super pedas tersebut adalah urusan ke dua atau ke tiga, yang penting kita telah membuat inovasi hari ini. Kita bisa berharap, dengan menyediakan dan mengumumkan akan nasgor super pedas tersebut, maka orang-orang akan penasaran, dan kemudian mencoba. Siapa tau ?

Tahukan Anda, bahwa perusahaan Carefour yang sudah segede gajah bengkak itu, sampai sekarang terus menerus melakukan inovasi. Berikut contoh kecilnya:

Inovasi Kecil Carefour

Carefour menyediakan troly belanja dengan warna menarik, dengan bentuk mobil, untuk menarik anak-anak kecil. Inovasi kecil dengan modal tidak selisih banyak dengan harga troly besi biasa tersebut ternyata sangat diminati keluarga yang memiliki anak kecil. Sampai sering terjadi antrian untuk mendapatkan “mobil” tersebut.

Keluarga bapak ku, juga jadi lebih rajin ke carefour, karena cucunya selalu mengajak bermain mobil di carefour. Bayangkan berapa milyar tambahan keuntungan yang didapat carefour dari inovasi kecil tersebut dari seluruh kota di Indonesia.

So, mengapa tidak kita mulai inovasi “apapun” dari hari ini juga ?

Please visit us at OGITHEA.com

Wedding Web OGITHEA.com

Thanks To:

  • Rachma Safitri for the prewed photo.
  • Aria Dewangga for the crazy photo concept
  • Pak Sabar for helping us finding best photo location
  • Ajay for the Web Design & Invitation Layout
  • Dhani&Herlin for developing the site

Siang tadi, ga ada kerjaan, iseng iseng nginstall beberapa game di iphone. Install selesai, dan tiba-tiba mbak riny pun nelpon. Akibatnya, Iphone pung nge-hang.

Inilah salah satu kekurangan besar dari iphone, saat hang, tidak bisa direstart, tidak bisa dimatikan, dan bahkan, kita mau copot baterainya aja ga bisa. :( So, iphone hanya bisa dibiarkan terus menerus hang sampai baterai habis, berharap nanti setelah baterai habis dan mati, setelah idup bisa normal lagi.

Kenyataan jauh dari harapan, iphone ku yang telah mati kehabisan baterai, dan dicharge lagi, ternyata masih nge-hang lagi. Sekarang sudah kali ke 3 aku mengulangi hal tersebu, menunggu baterai habis, charge ulang, dan hang lagi :(
Ugh, masih bingung apa yang harus dilakukan sekarang.

Denger-denger pernikahan beda agama di Indonesia masih sangat-sangat repot, dan juga masih berimbas ke pembuatan akta kelahiran sang buah hati (yang notabene ga tau apa-apa). Ujung-ujungnya, sang buah hati pun jadi susah cari sekolah, susah mengurus surat-surat birokrasi.

Dengan asumsi, tak ada satupun yang mau berpindah agama,
apa solusi terbaik untuk kasus pernikahan dari dua insan yang beda agama?

1. Tetap menikah dalam keadaan berbeda agama
Konsekuensinya, harus repot mengurus birokrasi, pre wedding maupun post wedding nya. Keuntungannya, keluarga kedua belah pihak lebih merasa adil. Karena, luka yang dirasakan kedua keluarga relatif agak berimbang.

2. Menikah di luar negri
Untuk kalangan jetset, mungkin salah satu solusinya adalah menikah di luar negri (di negara sekuler). Kerugiannya adalah biaya yang membengkak, dan kemungkinan hanya akan mempermudah birokrasi pre wedding nya, namun post weddingnya tetep masih ribet juga. Keuntungannya, nikah sekalian bulan madu :D, dan lepaskan semua pusing masalah beda agama tersebut sambil jalan-jalan sepuasnya.

3. Menikah 2 kali, 2 agama
Salah satu temenku pernah berencana akan menikah dengan model ini, yaitu pernikahan diadakan dua kali, yang pertama diadakan dengan tatacara agama cewek, dilanjutkan pernikahan dengan tatacara yg cowoknya. Cara ini lebih bertujuan untuk memuaskan keluarga kedua belah pihak, tapi masalah birokrasi tetep saja rumit, karena pada dasarnya di KTP masing-masing, agamanya masih beda.

4. Campuran
Menurutku, (asal ngomong aja), yang paling mendingan solutif adalah Menikah tetap dalam keadaan berbeda agama, tapi menikahnya dengan dua tatacara, dan salah satu pihak “berpura-pura” didepan hukum berpindah agama.
Begini detail nya
- Ce & Co tetep dengan agama mereka masing-masing
- Pernikahan, diadakan dua kali, dengan tatacara 2 agama. Supaya, kedua keluarga puas! :P
- Dengan tujuan memudahkan pengurusan birokrasi pre dan post wedding, maka salah satu pihak berpura-pura berpindah agama secara hukum. Bukankah agama adalah urusan pribadi? peduli amat di KTP mau ditulis agama apa, yang penting masih menjalankan tuntunan agama yang diyakini. Dengan begini, anak-anak dikemudian hari pun juga ga akan mengalami kesulitan dalam hal birokrasi indonesia kita yang bobrok. Jika tidak ada salah satu pihak yang rela berpura-pura, maka bisa diadakan undian, atau “pingsut”. Gitu aja kok repot (kata gusdur).
- Setelah pernikahan berjalan lancar, honey moon selesai, suasana kembali normal dan sudah ada waktu, pihak yang pindah agama tadi, bisa berpindah agama lagi (secara hukum) ke agama yang dianut. Atau singkatnya, KTP si pengantin yang pindah agama dibalikin ke status agama asal.

Mengapa nikah beda agama harus di larang?
Toh mereka malahan sudah menunjukkan keseriusan dengan menikah, daripada “jajan” tiap malem.
Aku masih belum menemukan alasan yang tepat untuk melarang orang menikah berbeda agama.
Yah, agama adalah wilayah keyakinan jauh didalam lubuk hati, bukan hak kita untuk menghakimi ke-agama-an seseorang.
Mungkin, besok kl dah jadi orang tua, baru bisa keluar nilai2 ego keagamaanku :)

nb: Kebetulan ada beberapa temen yang saat ini sedang mengalami hal yang kurang lebih nya serupa, go go go guys n girls, semoga tercapai segala cita-cita mu :p

Irit cetak Foto? hal simpel yang kadang tak terpikirkan sebelumnya. Berikut uraian dari temen kuliah:

di era fotografi digital saat ini, jika kita akan mencetak pas foto, maka satuan yg biasanya digunakan adalah per set.

adapun satu set artinya adalah:
8 buah foto ukuran 2×3 , atau
6 buah foto ukuran 3×4 , atau
4 buah foto ukuran 4×6.

ide ini sebenarnya adalah dari adik saya, kemudian saya hanya membantu proses nya saja.

intinya adalah, jika kita akan mencetak pas foto, jangan memberikan file foto asli kemudian meminta cetak pas foto, karena dengan begini, anda akan dikenai harga cetak pas foto yaitu per satu set.

ide dari adik saya adalah dengan menyusun file foto asli tersebut, menjadi sekumpulan foto, yang total ukurannya adalah 5R, kemudian dicetak sebagai foto 5R (ukuran 5R = 127mm x 178mm).
Read the rest of this entry »

Beberapa waktu yang lalu Gindo.com merubah wajahnya, dan merombak struktur internalnya. Seperti janjinya, perubahan itu juga diikutin dengan menyuguhkan paket hosting yang belum pernah ada di Indonesia. Ya, paket hosting 100 GB, dan ga cuman itu, tiap bulan space nya bertambah sebesar 1 GB. Bandwidth yang diberikan juga ga tanggung-tanggung, 3 Terabyte. Hingga hari ini menurut informasi dari Gindo, order baru paket hostingnya membludak.

Inikah era baru per-hosting-an di Indonesia?

Hosting Indonesia Space Super Besar

 

RecentComments