Email Space, tak pernah puas

Gmail, tahun-tahun belakangan bikin geger dunia email gratisan. Bagaimana tidak, space email yang sebelumnya mayoritas hanya dibawah 50 MB, gmail tau-tau hadir dengan space 1 GB.

Gmail IconBeberapa bulan berselang, Yahoomail naikin spacenya jadi 100MB, kemudian diupgrade lagi menjadi 1 GB, kemudian pada akhirnya jadi unlimited space. Begitu juga dengan penyedia email gratisan yang lain, berlomba-lomba menaikkan space, supaya ga ditelan mentah-mentah sama gmail.

Gmail, awalnya hanya menawarkan 1 GB space, tapi di homepage nya gmail menampilkan space counter, untuk menunjukkan bahwa space email mereka terus tumbuh seiring waktu. Bahkan sekarang space email nya sudah lebih dari 7 GB.

Pada akhirnya, persaingan makin ketat, dan kita-kita juga sih yang diuntungkan. Cuman, kadang sedih juga, kapan Indonesia bisa berperan dalam persaingan semacam itu (ngimpi kali yeee).

Aku sendiri, juga segera beralih ke gmail, dan menjadi fanatik dengan gmail. Fitur-fiturnya bener-bener ga nguatin, dan selalu dengan embel-embel gratis. Namun, akhir-akhir ini, aku mengalami masalah……
Ternyata space 7 GB lebih juga masih ga cukup, email ku sudah penuh …. :(
Begitulah, kita tak pernah puas:D

 

Setiap login, selalu dapet peringatan seperti ini

You are currently using 7252 MB (99%) of your 7260 MB.

Cape deee!

Check this out: Google Vote Watch

Akhirnya Barack Obama menang juga, menang secara telak. Sesuai dengan kehendak mayoritas warga negara dunia.
Berdasarkan blog nya thea (yang diambil dari tempo), Obama menang mutlak dari hasil survey warga dunia diberbagai negara, termasuk Indonesia. Warga Indonesia bahkan 80% lebih mendukungnya.

Ikutan seneng juga, semoga amerika yang gemar berperang segera berubah perilakunya, serta amerika yang sedang meng-gencet iran bisa berdiskusi secara elegan. Untuk indonesia sendiri? Akuga yakin yang kepilih obama atau mccain akan berpengaruh.

Dunkin beat StarbucksSebelum melangkah lebih jauh, buka dulu website ini: http://www.dunkinbeatstarbucks.com/

Dunkin Donuts secara frontal membandingkan dirinya sendiri dengan Starbucks, yang notabene merupakan pesaingnya yang sedang naik daun.

Hal tersebut terasa wajar di negara Paman Sam, tapi di negara kita, hal tersebut masih tergolong tabu, kurang etis, dan tidak elegan. Padahal, menurutku hal tersebut sah-sah saja, dan yang jelas legal. Pastinya, tidak boleh menjelek-jelekkan, hanya ungkapkan saja fakta yang ada, misalnya, kemukakan perbandingan harga, hasil survey, comot dari buku, ataupun data statistik.

Di negri ini, aku sudah mengalami dua protes keras karena melakukan hal yang kurang lebih semacam dengan yang dilakukan dunkin donuts.
Pertama, kasus IDwebhost.com
perusahaanku ini, dulunya mempunyai satu halaman perbandingan harga dan fitur dengan pesaing-pesaingnya saat itu. Tetapi, banyak sekali customer, orang umum, termasuk pesaing-pesaing IDwebhost yang komplain, atau paling tidak memberikan masukan, bahwa yang dilakukan IDwebhost tidak etis. Bukan hanya itu, rekan-rekan kerjaku sendiri di IDwebhost juga menyarankan untuk mencopot halaman itu, akhirnya sekarang halaman tersebut sudah sirna. Case Closed

Kedua, kasus EgoldIndonesia.com
Pada awalnya, aku memberikan perbandingan nilai tukar kurs e-Gold pada halaman home. Kasus kedua ini lebih parah, bukan cuman kritikan dan masukan yang diberikan dari para pesaing, tapi lebih mengarah ke “pengucilan”. Beberapa pesaing mengirim pesan secara bersamaan ke egoldIndonesia.com, yang pada intinya yang dilakukan tersebut sangat tidak etis. Dan “denger-denger” (not confirmed yet), para pesaing tersebut bersepakat untuk mengucilkan EgoldIndonesia.com dari komunitas mereka.

Secara pribadi, menurutku pembandingan tersebut, asal berdasarkan fakta dan tanpa menjelek-jelekkan, justru menumbuhkan semangat persaingan sehat.

Back to Dunkin Donuts. Dunkin bahkan sampai membuat satu website khusus untuk kampanye “pengalahan” starbucks ini, dan ga tanggung-tanggung, dunkin mengiklan dibeberapa media besar. Apakah jurus Dunkin ini akan berhasil? atau justru menjungkalkannya dengan isu “tidak etis”, atau sesuatu yang biasa dan akan segera berlalu ? kita tunggu kabar berikutnya :)

Hebat banget anak ini, dari kemaren sampai sekarang masih terheran-heran, bengongg…
Sekarang udagh puluhan karya akustiknya masuk ke iTunes ku :D
Sangat enak didengar:)

Terkait:
Sungha Jung, no larger than his guitar
Sungha Jung
Youtube Search for Sungha Jung

Ketar-ketir juga …..
Semoga tidak lagi terjadi rush.

Akankah terus berlanjut ke level 20.000 (lagi) ?

Buku biru diatas berjudul “Harus Bisa!” tulisan Dr Dino Patti Djalal. Mengungkap sisi lain dari sebuah sejarah Indonesia yang sedang berjalan. Perjalanan sejarah kita dibahas dari sudut pandang orang dalam yang sangat dekat dengan aktor utamanya.

Berbagai nasihat-nasihat kepemimpinan dihubungkan secara santun dengan kebiasaan pribadi SBY dan kejadian-kejadian disekitarnya. Isinya sangat ringan, dan serasa dibawa berpetualang menonton film dokumenter. Jangan berharap ada sesuatu yang membuat penasaran ataupun memuat tantangan, kesemuanya dibuku ini dibahas dengan datar.

Yang menarik adalah kita bisa merasakan berada di ring 1 presiden, merasakan ada disana, dan bisa sedikit mengupas yang ada dalam pikiran SBY pada beberapa kejadian penting beberapa bulan atau tahun sebelumnya.

Tak bisa dipungkiri “Harus Bisa!” sangat condong pada sisi positif SBY, tidak ada kritikan dan hal negatif sedikitpun yang diungkap. Bahkan, dibeberapa bagian aku menangkap Dino memuji SBY secara berlebihan.

Meski begitu, aku tetap merekomendasikan buku ini, agar dapat melihat pemimpin kita dari sisi yang beda, dimana biasanya kita hanya selalu membaca artikel pengamat politik yang terus menerus menjatuhkannya. Dengan buku ini kita jadi bisa menilai SBY secara lebih berimbang.

 

RecentComments