Archive for Think


Kalah Terhormat atau Menang Beruntung

They were fighting to the end. I’m proud of the players because from the very beginning until the last game they played at their best level even though we knew our opponents would be tough. (Ivan Kolev after INA vs Korsel match)

Penampilan Timnas Sepakbola Indonesia di piala asia 2007 sudah jauh lebih baik dari bentuk permainannya yang pernah aku saksikan selama ini. Dedikasi, kerja keras, semangat dan kedisiplinan sudah mulai terpatri di benak mereka.

Satu hal yang membuatku haru, dukungan suporter dan masyarakat Indonesia. Benar-benar bikin mrinding. Lebih dari 90.000 suporter memadati Gelora Bung Karno, semua mengenakan warna putih merah, melompat-lompat, berteriak, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan yang paling hebat, mereka sangat dewasa dan tidak membuat keonaran. Bahkan, saat Tim Garuda tergeletak lemas atas kekalahan yang diderita, justru suporter memberikan standing ovation. Suatu bentuk penghormatan yang sangat luar biasa.

Sidik sempat bilang, belum pernah melihat orang menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan sekhidmat saat menonton sepokbola ini. Serasa mau perang aja.

Meskipun aku cukup kecewa dengan terpilihnya kembali Nurdin Halid jadi ketum PSSI, tapi aku sangat berharap perwujudan dari pencanangan Indonesia Menuju Pentas Dunia-nya. Dia mencanangkan pada tahun 20-an, Indonesia sudah bisa ikut pentas sepakbola dunia, bukan hal yang mustahil, bukan hal yang gampang, tapi sesuatu yang bisa diraih dengan kerja keras. Jika Timnas mengalami laju perkembangan terus seperti saat ini, aku yakin angan-angan tahun 20-an itu akan terwujud.

Tapi, Indonesia akhirnya memilih untuk kalah, dan… Kalah dengan Terhormat.

Secara netral, aku mengakui, permainan Indonesia emang masih kalah dibandingkan Korea Selatan dan Arab Saudi. Jadi hasil kalah masih bukan hasil yang buruk untuk Indonesia, yang terpenting adalah bisa menunjukkan yang terbaik. Apabila Indonesia menang, mungkin masih dikait-kaitkan dengan faktor keberuntungan. Tapi, Indonesia akhirnya memilih untuk kalah, dan… Kalah dengan Terhormat.

Ini foto-foto ku kemaren pas nonton di GBK: (selengkapnya klik disini)

Beberapa hari terakhir baru lumayan heboh pemberitaan 7 keajaiban dunia yang baru, yang pemilihan keajaiban dunia itu berdasarkan voting pengguna internet dan telp di seluruh dunia, dengan melibatkan 100jt responden. Banyak kalangan kurang setuju dengan penyelenggaraan voting tersebut, termasuk UNESCO yang tidak mengakui peringkat 7 keajaiban tersebut. Salah satu yang getol menolak adalah pihak Mesir, yang pyramid nya tidak dimasukkan ke daftar 7 keajaiban, dan secara emosional menyebutkan bahwa satu-satunya keajaiban dunia adalah Pyramid-nya

Untuk mengunjungi peringkat 7 keajaiban dunia terbaru tersebut, silahkan kunjungi http://new7wonders.com/ .

borobudur.jpg

Sebenernya itu tadi hanya intro, yang bergejolak di hati ku tuh malahan mengenai borobudur. Sedari kecil aku sudah didoktrin bahwa Borobudur adalah satu dari 7 keajaiban dunia, dan sampai sekarang pun aku masih beberapa kali mendengar orang bilang bahwa borobudur is one of 7 wonders. Tapi, hari ini aku mbaca di detik, yang di sana dipaparkan berbagai macam peringkat 7 keajaiban dunia, mulai dari 7 keajaiban dunia kuno, 7 keajaiban menengah, 7 keajaiban bawah laut dan beberapa lainnya. Dan kagetnya, di semua pemeringkatan keajaiban dunia itu, tak satupun kata-kata borobudur nampak.

Woooowww…
jadi aku baru sadar kalau selama ini aku membanggakan sesuatu yang salah, kirain termasuk 7 wonders, eee ternyata enggak. Dan aku jg masih ga tau darimana guru SD ku dulu bisa ngasih tau kami bahwa borobudur termasuk 7 wonders.

Hmmm … tuing - tuing

Dalam kehidupan sehari-hari, kita hendaknya mencari cara terbaik untuk memecahkan setiap masalah yang terjadi. Tetapi, saat menghadapi suatu masalah seringkali kita terkecoh, sehingga walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit.

Mari kita coba lihat dalam dua kasus di bawah ini :

(1) Kasus kotak sabun yang kosong terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun yang kosong. Dengan segera para pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman.

Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong.

Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar
dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan.

(2) Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu decade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi
pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.

Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia ? Mereka menggunakan pensil !

Smiley : Filosofi KISS (Keep It Simple Stupid) , yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah. Bila kita melihat pada apa yang tidak kita punya di dalam hidup kita, kita tidak akan memiliki apa-apa. Tetapi bila kita melihat pada apa yang ada di tangan kita, kita memiliki segalanya. (Lincux)

Ga sengaja, barusan aku liat2 blog beberapa membahas masalah NADINE CANDRAWINATA.
Sepintas, namanya bagus banget. Tapi ternyata dia sedang hangat-hangatnya di olok2 gara-gara kemampuan bhs inggrissnya yang pas-pas an. Ga beda jauh sama aku.

Benere kasian juga sih, karena normalnya orang indonesia ya ngomong bhs inggris ya kyk gitu , kan bukan native languange. Tapi, kl dah masuk ke miss universe ya agak kebangeten sih.

Sebenernya bhs inggris bukanlah hal yang susah, hanya masalah kebiasaan, krn diindonesia sangat2 jarang ada komunitas dengan bahasa inggris, maka mayoritas pada ga bisa berbahasa inggris dg EYD :D.

Mungkin perlu dipikirin sama pejabat2, supaya tidak terlalu chauvinisme terhadap bhs nasional, mungkin disekolah diwajibkan aja berbahasa inggris, pasti deh pada lancar. Bhs indonesia ga usah belajar juga dah pada bisa. hehe

berikut kutipan dari salah satu web/blog:

Transkrip Interview Nadine Chandrawinata, peserta pemilihan Miss Universe 2006 dari Indonesia, di situs resmi Miss Universe.

Video bisa dilihat di halaman ini: Miss Universe Indonesia, Nadine Chandrawinata, Interview

MP3 file dari interview bisa di download disini:
http://d.turboupload.com/d/772027/nadine-missuniverse.mp3.html

nadine

–transcript–

Q. What do you like to do in your spare time?

A. I like to do in my spare time is going out with my friends, with my family, and sharing with the children. Like doing some acti.. uh.. doing some activities, uh… in social work… like campaign for them… and campaign for against, uh… discrimination of women… something like that. campaign for against discrimination of women yeah rite [cliche rating: 10/10]

Q: What do you see yourself doing 10 years from now?
I see myself in ten years ag… she was going to say: ten years ago hehehe I see myself in ten years later simply as a Nadine. And, uh… doing something like.. or… be more mature and express or explore myself and my potential… and doing something for anybo.. uh… doing something for me and everyone. Like, I want to work for the UNICEF, so I can be more active and give more attention for them. give more attention to UNICEF? [cliche rating: 10/10]

Q: Who is your idol?
A: My admi… uh my admire… is Mother Theresa, Mother Theresa admire her hehehe because…uh… she is so humble for me and she uh… she had… she has a beautiful or wonderful personality… So I really adore at hi.. at her adore AT him? yeah rite. [cliche rating: 10/10]

Q: Your friends say you are ...
A: My friends tells that i am friendly… easy-going person, just simply person, nothing “simply” about this! ordinary person, and patient. [cliche rating: 8/10]

Q: What do you want the rest of the world to know about your country?
A: Indonesia is a beautiful city, no wonder we feels so misunderstood bwahakhakhak so you should go there to visit by yourself. Because, we have a lot of beautiful beaches and the spectacular mountain, and dramatic of history, and so the people. Because people of Indonesia is really… is really welcome… and really friendly because they like to know more about other country, other belief, other ideas. So come to Indonesia and feel it, and we open.. uh… we open our arms to come to Indonesia. This is true, whenever we come to Indonesia we open our arms hekehkehke. [cliche rating: 8/10]

Transkrip by Kendor

Tenda tenda berdiri di padang pasir, menyerupai bukit-bukit kerdil yang dibentuk angin gurun. Saat itulah Qais bin Mu’adz bin Syamah bin Nasir yang belum Majnun (gila), melihat Laila di gerai tenda. Keduanya terpanah asmara pada pandangan pertama.

Hari berikutnya, ketika gelap membayang, dan yang hidup dalam tenda tinggal bayang-bayang, Qais yang kasmaran dirasuki kerinduan. Tak tahan memendam gejolak jiwa, dari bibirnya mengalir untaian kalimat pujaan, sebagai lantunan cinta yang mendalam.

Ketika cinta yang menggelora itu mendapat hambatan keluarga Laila, maka Qais jadi tergila-gila. Ia mengakrabi malam, mengolah desisan angin gurun sebagai musik, untuk mengiringi nada-nada indah yang terus meluncur dari mulutnya yang tak mau istirah.

Cinta yang dahsyat itu, syair yang melankolis itu, telah menguras airmata dan mengiris-iris kalbu para penghuni kabilah. Mereka tersentuh rintihan hati Qais, dan terbangkitkan oleh kedalaman cinta laki-laki yang mulai lupa daratan itu.

Dan saat Qais kabur dari kabilah menuju ‘bukit penyadaran’, semua orang akhirnya merasa kehilangan dan kesepian. Malam hari menjadi benar-benar sepi. Sebab rintihan hati Qais yang telah berubah menjadi musik pengantar tidur itu sudah tidak ada lagi.

Sedang Qais dalam kesendirian kian terkubur cinta. Bukan lagi cinta pada kecantikan Laila, tetapi sudah jauh melampaui batas-batas cinta manusia biasa. Majnun telah keluar dari fitrah manusia normal. Ia memasuki dunia spiritualitas yang indah. Mahabbah! Cinta pada Allah.

Sumber( Detik.com )

Kadang aneh melihat orang2 di jalan2, seneng2, ketawa2, ndengerin konser, dsb dsb di setiap malam tahun baru
hanya hura2? hanya mengikuti tradisi? hanya mengisi liburan? atau hanya biar dianggap gaul?

Bagiku, tahun baru menuntutku untuk merenung
Tersadar… bahwa waktu berjalan sedemikian cepat
Teringat… bahwa banyak sekali kekuranganku tahun lalu
Tertegun… bahwa aku masih diberi waktu hingga saat ini
Terpacu… bahwa inilah saatnya

aku tidak sekedar menginginkan tahun depan lebih baik dari tahun lalu
dengan sombong aku akan mengatakan “PASTI”
tapi aku inginkan… bahwa aku akan jauh jauh jauh lebih baik dari tahun lalu
ini umur emasku,
ini disaat aku bisa memacu semua potensiku semaksimal mungkin
inilah saatnya kelak dengan bangga aku akan mengatakan “saat masih muda, …”

 

RecentComments