Category archives: Think

NADINE CANDRAWINATA, lucu? memalukan? kasian?

Ga sengaja, barusan aku liat2 blog beberapa membahas masalah NADINE CANDRAWINATA.
Sepintas, namanya bagus banget. Tapi ternyata dia sedang hangat-hangatnya di olok2 gara-gara kemampuan bhs inggrissnya yang pas-pas an. Ga beda jauh sama aku.

Benere kasian juga sih, karena normalnya orang indonesia ya ngomong bhs inggris ya kyk gitu , kan bukan native languange. Tapi, kl dah masuk ke miss universe ya agak kebangeten sih.

Sebenernya bhs inggris bukanlah hal yang susah, hanya masalah kebiasaan, krn diindonesia sangat2 jarang ada komunitas dengan bahasa inggris, maka mayoritas pada ga bisa berbahasa inggris dg EYD :D.

Mungkin perlu dipikirin sama pejabat2, supaya tidak terlalu chauvinisme terhadap bhs nasional, mungkin disekolah diwajibkan aja berbahasa inggris, pasti deh pada lancar. Bhs indonesia ga usah belajar juga dah pada bisa. hehe

berikut kutipan dari salah satu web/blog:

Transkrip Interview Nadine Chandrawinata, peserta pemilihan Miss Universe 2006 dari Indonesia, di situs resmi Miss Universe.

Video bisa dilihat di halaman ini: Miss Universe Indonesia, Nadine Chandrawinata, Interview

MP3 file dari interview bisa di download disini:

http://d.turboupload.com/d/772027/nadine-missuniverse.mp3.html

nadine

–transcript–

Q. What do you like to do in your spare time?

A. I like to do in my spare time is going out with my friends, with my family, and sharing with the children. Like doing some acti.. uh.. doing some activities, uh… in social work… like campaign for them… and campaign for against, uh… discrimination of women… something like that. campaign for against discrimination of women yeah rite [cliche rating: 10/10]

Q: What do you see yourself doing 10 years from now?
I see myself in ten years ag… she was going to say: ten years ago hehehe I see myself in ten years later simply as a Nadine. And, uh… doing something like.. or… be more mature and express or explore myself and my potential… and doing something for anybo.. uh… doing something for me and everyone. Like, I want to work for the UNICEF, so I can be more active and give more attention for them. give more attention to UNICEF? [cliche rating: 10/10]

Q: Who is your idol?
A: My admi… uh my admire… is Mother Theresa, Mother Theresa admire her hehehe because…uh… she is so humble for me and she uh… she had… she has a beautiful or wonderful personality… So I really adore at hi.. at her adore AT him? yeah rite. [cliche rating: 10/10]

Q: Your friends say you are ...
A: My friends tells that i am friendly… easy-going person, just simply person, nothing “simply” about this! ordinary person, and patient. [cliche rating: 8/10]

Q: What do you want the rest of the world to know about your country?
A: Indonesia is a beautiful city, no wonder we feels so misunderstood bwahakhakhak so you should go there to visit by yourself. Because, we have a lot of beautiful beaches and the spectacular mountain, and dramatic of history, and so the people. Because people of Indonesia is really… is really welcome… and really friendly because they like to know more about other country, other belief, other ideas. So come to Indonesia and feel it, and we open.. uh… we open our arms to come to Indonesia. This is true, whenever we come to Indonesia we open our arms hekehkehke. [cliche rating: 8/10]

Transkrip by Kendor

Laila Majnun

Tenda tenda berdiri di padang pasir, menyerupai bukit-bukit kerdil yang dibentuk angin gurun. Saat itulah Qais bin Mu’adz bin Syamah bin Nasir yang belum Majnun (gila), melihat Laila di gerai tenda. Keduanya terpanah asmara pada pandangan pertama.

Hari berikutnya, ketika gelap membayang, dan yang hidup dalam tenda tinggal bayang-bayang, Qais yang kasmaran dirasuki kerinduan. Tak tahan memendam gejolak jiwa, dari bibirnya mengalir untaian kalimat pujaan, sebagai lantunan cinta yang mendalam.

Ketika cinta yang menggelora itu mendapat hambatan keluarga Laila, maka Qais jadi tergila-gila. Ia mengakrabi malam, mengolah desisan angin gurun sebagai musik, untuk mengiringi nada-nada indah yang terus meluncur dari mulutnya yang tak mau istirah.

Cinta yang dahsyat itu, syair yang melankolis itu, telah menguras airmata dan mengiris-iris kalbu para penghuni kabilah. Mereka tersentuh rintihan hati Qais, dan terbangkitkan oleh kedalaman cinta laki-laki yang mulai lupa daratan itu.

Dan saat Qais kabur dari kabilah menuju ‘bukit penyadaran’, semua orang akhirnya merasa kehilangan dan kesepian. Malam hari menjadi benar-benar sepi. Sebab rintihan hati Qais yang telah berubah menjadi musik pengantar tidur itu sudah tidak ada lagi.

Sedang Qais dalam kesendirian kian terkubur cinta. Bukan lagi cinta pada kecantikan Laila, tetapi sudah jauh melampaui batas-batas cinta manusia biasa. Majnun telah keluar dari fitrah manusia normal. Ia memasuki dunia spiritualitas yang indah. Mahabbah! Cinta pada Allah.

Sumber( Detik.com )

Tahun baru…

Kadang aneh melihat orang2 di jalan2, seneng2, ketawa2, ndengerin konser, dsb dsb di setiap malam tahun baru
hanya hura2? hanya mengikuti tradisi? hanya mengisi liburan? atau hanya biar dianggap gaul?

Bagiku, tahun baru menuntutku untuk merenung
Tersadar… bahwa waktu berjalan sedemikian cepat
Teringat… bahwa banyak sekali kekuranganku tahun lalu
Tertegun… bahwa aku masih diberi waktu hingga saat ini
Terpacu… bahwa inilah saatnya

aku tidak sekedar menginginkan tahun depan lebih baik dari tahun lalu
dengan sombong aku akan mengatakan “PASTI”
tapi aku inginkan… bahwa aku akan jauh jauh jauh lebih baik dari tahun lalu
ini umur emasku,
ini disaat aku bisa memacu semua potensiku semaksimal mungkin
inilah saatnya kelak dengan bangga aku akan mengatakan “saat masih muda, …”

Masih butuhkah konsep NEGARA ?

Jaman ghene maseh fanatik kenegaraan ??
Ga tau yang bener yang mana, apakah sampai saat ini masih diperlukan ketanahairan itu.
Aku pernah ikut kuliah, katanya di masa depan konsep negara bakalan terhapus, ini adalah
evolusi alami. Bahwa negara-negara maju akan cenderung untuk saling bersatu, sedangkan negara-negara kurang maju akan cenderung bercerai-berai. Dan emang, seharusnya negara-negara akan pada semakin maju, karenanya negara-negara bakalan saling menyatu, dengan hasil akhir, satu dunia ini adalah satu, tidak ada lagi negara. Contoh paling jelas terlihat pada uni eropa, puluhan kebudayaan disatukan dalam konsep uni eropa.

Aku bilang gitu karena barusan tersandung-sandung hanya karena kata “INDONESIA”, disini aku mengartikan indonesia sebagai kata, tidak lebih, karena terlalu menyakitkan. Kemaren-kemaren, aku mau beli server di amrik untuk IDwebhost, itu sulitnya minta ampun. Sampe berhari-hari klien nelpon ga berhentin-berhenti, marah-marah semua, gara-gara server mati, dan aku blom bisa nyari gantinya. Setiap aku nanya-nanya ke CS penjual servernya, selalu ditanggapi dengan baek. Tapiiiii, begitu aku ngeluarin kata-kata “INDONESIA”, jawabannya sinis, dan ga mutu. Langsung deh dicuekin. Begitu juga kl saat order, milih negaranya INDONESIA, langsung dapet email kl order gagal. Dan nyebelinnya lagi, mereka tidak mau menerima apapun kataku, yang penting, mereka terdoktrin bahwa “SAY NO TO INDONESIA”.

Kejadian semacam itu ga hanya sekali, dan beragam banget kejadian yang mengesampingkan “kata indonesia”. Sempet aku posting ke milist, aku nanya gimana solusi dari masalahku, dan sekalian ngumpat2 INDONESIA itu sendiri. Beberapa langsung menyaut dengan berbagi pengalaman buruknya kata indonesia,dan ikut2an mengumpat.
Tapi tiba-tiba aku agak “tertohok”, saat ada anggota milist yang jawab kurang lebihnya gini:
“Yang salah bukan INDONESIA-nya, dah tau indonesia bobrok, amburadul, kalian masih juga tinggal di INDONEsIA, emang sapa yang nyuruh kalian bertahan di INDONESIA, emang kalo kalian keluar dari Indonesia ada yang nggondellin?”

HUH, agak kasar sih, tapi dipikir-pikir, mmm…. bener juga. Ngapain aku di indonesia terus. Sapa yang nyuruh??
Terus terang aku sangat2 chauvinisme dengan indonesia-KU. Aku pikir, kita orang indonesia, yo mari dong kita bangun
indonesia, bla bla bla, agak bulsit gitu deh. Sampai sempet aku agak marah2 sama beberapa temenku yang sekarang
sedang kuliah di luar negri, karena mereka berencana tidak menetap di Indonesia, mereka lebih seneng di luar negri.
Tapi aku sekarang sedikit-sedikit mulai mengerti, kadang, pikirkan dengan logis! mengapa kita di INDONESIA??

Q: Karena cinta buta ? karena emang dari lahir ditanamin cinta indonesia ?
A: Apakah kita emang harus mencintai, padahal indonesianya masa bodo dengan kita, kita tinggal bersama kebrobrokan,
sama aja kita pacaran sama orang yang suka mabok2an, bakalan kita ketularan dong.

Q: Apakah karena semua temen, lingkungan, dan masa kecil di INDONESIA?
A: Ahh, Enggak juga, nyatanya, saat semua kenangan manis di suatu daerah, saat dapet suami/istri, rela-relanya
pindah ke daerah laen yang jauh, hanya untuk ngikutin si istri/suami itu.

Q: Apakah karena ortu di INDONESIA?
A: berarti kamu mau nunggu ortu mati, dan baru keluar dari penjara INDONESIA dong

Yahh … gitulah. Sempet kepikiran2 gitu, tapi sampe sekarang chauvinisme ku blom bisa ilang. Atiku ngalahin kepalaku.
Ato aku gini karena aku orang indonesia ( inget, kata indonesia bisa diartikan dengan bodoh ).