Archive for Pengetahuan


Google Alerts, tool wajib online business

Barusan pulang dari ikut-ikutan dateng ke pesta blogger 2008, capek, dan beberapa acara cukup membosankan. Tapi, ada satu topik diskusi yang sangat menarik, yaitu dari pak Nukman Luthfie, tentang internet marketing.

Sebagian besar pembahasannya pak lutfi standar, seperti yang disampaikan orang lain dengan tema sama. Cuman emang cara membawakannya sangat lucu dan menarik, jadi ga bikin ngantuk. Dari sekian poin yang disampaikan ada satu “nasihat” yang menurutku sangat berguna, yaitu Google Alerts.

Google Alerts ini salah satu layanan baru nya google, dimana beliau akan mengirimi kita alert berupa email, jika ada suatu halaman website baru diseluruh jagad web di dunia, yang mengandung kata kunci yang kita inginkan.

Sebagai contoh nih, aku set google alert dengan kata kunci Ogi Sigit, maka, setiap ada manusia dimuka bumi yang menulis kata-kata Ogi Sigit di dalam web nya, maka aku akan menjadi orang kedua yang tahu (tentunya setelah si penulis itu sendiri).

Sangat setuju dengan guyonan pak Nukman, bahwa kita-kita kalau ga menggunakan tool ini berarti NDESO, haha. Karena tool ini sangat-sangat bermanfaat untuk memantau perkembangan persepsi website kita dimata blogger. Terutama jika kita punya bisnis online, kita bisa tau orang diluar sana sedang membahas apa tentang kita. Jika yang dibahas berita negatif, kita bisa mengklarifikasi :)

Selamat mencoba di http://www.google.com/alerts/

Hebat banget anak ini, dari kemaren sampai sekarang masih terheran-heran, bengongg…
Sekarang udagh puluhan karya akustiknya masuk ke iTunes ku :D
Sangat enak didengar:)

Terkait:
Sungha Jung, no larger than his guitar
Sungha Jung
Youtube Search for Sungha Jung

Akhir-akhir ini kita sadari, Detik.com mulai berbenah, layoutnya sudah bermigrasi menjadi lebih rapi, dan lebih nyaman dimata. Iklan nya pun berkurang cukup drastis, kerlap kerlip cahaya banner juga meredup.

Mengapa Detik akhirnya harus berubah? yah, tuntutan persaingan jaman memang demikian. Detik yang telah menjadi leader tak tertandingi saat ini, bukan tidak mungkin lambat laun tergusur jika tidak mau melakukan perubahan.

Beberapa hari yang lalu, aku baru tanpa sengaja menemukan INILAH.com , portal berita baru yang sekilas tak kalah dengan detikcom. Aroma persaingan inilah yang dari dulu aku dambakan, sehingga bisa memacu detik untuk lebih progressive, dan memacu media online lainnya untuk tampil lebih baik lagi. Tanpa adanya persaingan, salah satu akibatnya mata kita sudah bertahun-tahun dipaksa mengikuti gerakan aneh di banner-banner samping kiri dan kanan portal detikcom, UGHH…

Mari berkomparasi, dibanding detikcom,

APa kelebihan INILAH.com?

  • tampilan dan warna lebih nyaman dipandang
  • iklan lebih sedikit
  • ada ulasan dari redaksi tiap harinya (dengan nama Selamat Pagi Indonesia)
  • tidak ada link detail yang dibelokkan, di detik, banyak summary news, yang kalau diklik detail news nya, malah lari ke kanal, bukan ke news yang ingin kita baca. Sehingga sering membuat pembaca kebingungan dan hilang arah
  • waktu update berita terkini yang sangat cepat, tiap beberapa menit update berita terbaru.

Apa kekurangannya?

  • kecepatan akses masih sering lebih lambat
  • Fitur dan kanal belum selengkap detikcom
  • server masih kurang stabil
  • domain name kurang “klik” dengan tema portalnya

Apa koran favoritmu? aku sendiri seneng dengan koran Kompas,
pertama harganya yang ga beda-beda jauh dengan koran lain, tapi isinya WOW!
1. Artikelnya bagus dan “dalam”
2. Kualitas kertas dan cetakannya bagus
3. Foto-fotonya sangat berkualitas
4. Jumlah lembarnya buanyak, jadi muatannya banyak
5. Jumlah iklannya tergolong sedikit

Tapi, mengapa harus beli koran lagi? toh sudah ada yang gratis dan legal.

buka aja di http://epaper.kompas.com/

Bisnis hanya digolongkan dalam 2 kategori, bisnis dengan inovasi tiada henti dan bisnis yang mati

Dari jaman batu hingga sekarang, bisnis hanya digolongkan dalam 2 kategori, bisnis dengan inovasi tiada henti dan bisnis yang mati. Yah, begitulah, apapun bisnis yang kita jalani pasti cepat atau lambat akan “mati” jika tidak kita pupuk dengan inovasi.

Dalam hal ini, inovasi diartikan sebagai segala sesuatu perubahan dalam bisnis, baik secara radikal atau bertahap. Setiap hari kita harus memikirkan, apa sih inovasi yang bisa kita lakukan hari ini. Meskipun kecil, setiap hari harus selalu ada inovasi.

Misalkan Anda sedang berbisnis berjualan nasi goreng di emperan pinggir jalan. Anda bisa melakukan inovasi dengan sangat sederhana, misalkan sediakan nasi goreng yang super super pedas, sehingga tidak ada pesaing Anda dalam satu deretan jalan raya disitu yang mampu menyaingi kepedasan dari nasgor super super pedas.

Berhasil tidaknya inovasi nasgor super pedas tersebut adalah urusan ke dua atau ke tiga, yang penting kita telah membuat inovasi hari ini. Kita bisa berharap, dengan menyediakan dan mengumumkan akan nasgor super pedas tersebut, maka orang-orang akan penasaran, dan kemudian mencoba. Siapa tau ?

Tahukan Anda, bahwa perusahaan Carefour yang sudah segede gajah bengkak itu, sampai sekarang terus menerus melakukan inovasi. Berikut contoh kecilnya:

Inovasi Kecil Carefour

Carefour menyediakan troly belanja dengan warna menarik, dengan bentuk mobil, untuk menarik anak-anak kecil. Inovasi kecil dengan modal tidak selisih banyak dengan harga troly besi biasa tersebut ternyata sangat diminati keluarga yang memiliki anak kecil. Sampai sering terjadi antrian untuk mendapatkan “mobil” tersebut.

Keluarga bapak ku, juga jadi lebih rajin ke carefour, karena cucunya selalu mengajak bermain mobil di carefour. Bayangkan berapa milyar tambahan keuntungan yang didapat carefour dari inovasi kecil tersebut dari seluruh kota di Indonesia.

So, mengapa tidak kita mulai inovasi “apapun” dari hari ini juga ?

Irit cetak Foto? hal simpel yang kadang tak terpikirkan sebelumnya. Berikut uraian dari temen kuliah:

di era fotografi digital saat ini, jika kita akan mencetak pas foto, maka satuan yg biasanya digunakan adalah per set.

adapun satu set artinya adalah:
8 buah foto ukuran 2×3 , atau
6 buah foto ukuran 3×4 , atau
4 buah foto ukuran 4×6.

ide ini sebenarnya adalah dari adik saya, kemudian saya hanya membantu proses nya saja.

intinya adalah, jika kita akan mencetak pas foto, jangan memberikan file foto asli kemudian meminta cetak pas foto, karena dengan begini, anda akan dikenai harga cetak pas foto yaitu per satu set.

ide dari adik saya adalah dengan menyusun file foto asli tersebut, menjadi sekumpulan foto, yang total ukurannya adalah 5R, kemudian dicetak sebagai foto 5R (ukuran 5R = 127mm x 178mm).
Read the rest of this entry »

 

RecentComments