Judul yang pantas?

1. Gedean sapa perutnya?
2. Nantang ???
3. …. ??
Akhir-akhir ini kemacetan dijakarta bener-bener makin menggila. Mungkin gara-gara pembangunan busway, pembangunan gorong2 kabel-kabel ga jelas, hujan, dan yang jelas emang bertambahnya jumlah mobil/motor.
Busway
Tapi, tampaknya si gubernur baru jakarta ini hanya mengambil jalan singkatnya aja, masak sekarang mobil pribadi diperbolehkan masuk ke jalur busway. Jadinya, sekarang bahkan naik busway pun juga ga luput dari jebakan macet yang bahkan lebih parah daripada yang diluar jalur busway.
Hmm, busway kan bertujuan untuk mengurangi pengguna kendaraan pribadi, biar orang2 tuh lebih seneng naik angkutan umum yang nyaman, cepat dan murah, daripada naik kendaraan pribadi yang mahal plus macet. Kalau caranya gini (busway macet :red), ya jadinya orang-orang makin seneng aja make kendaraan pribadi, sehingga stagnasi transportasi ga perlu ditunggu lagi, bener-bener dah di depan mata.
Kalau jalanan makin macet, dan gubernur diprotes sana sini, janganlah ambil jalan pintas dengan memasukkan mobil pribadi ke jalur busway. Tapi bikin dong konsep jangka panjang yang lebih bener, misalnya, armada busway ditambah, feeder nya ditambah, jalurnya ditambah, monorail, subway, dan macem-macem transportasi masal diseriusin. Untuk penanganan jangka pendek, bisa dengan mempercepat pembangunan jalur buswaynya, jangan malahan pas libur lebaran, pembangunan jalurnya juga ikut libur.
No Busway, No way
Kadang aku masih ga habis pikir, mengapa masih banyak yang protes dengan adanya busway. Dan aku yakin, sebagian besar mereka adalah orang-orang yang mampu membeli mobil, sehingga jalan jadi lebih macet dari sebelum adanya busway. Solusi paling penting untuk menghabisi kemacetan adalah dengan transportasi masal, dan salah satunya adalah busway itu. Akan jauh lebih bagus lagi kalau semacam MRT nya di singapore (kereta api dalam kota) juga diterapkan disini, dimana dalam sekali angkut bisa ribuan orang.
Transportasi masal disini bukan hanya berarti menyediakannya saja, tapi juga membuatnya layak untuk dipilih dibanding dengan kendaraan pribadi. Misalnya dengan membuat jalur khusus seperti busway, dengan membuat kenyamanan yang bener-bener nyaman, murah atau dengan menaikkan pajak kendaraan pribadi hingga harga selangit. Jika sebagaian besar warga sudah memilih kendaraan umum, maka macet bisa terkikis habis.
10 menit = 1,5 jam
Sebelum ada kebijakan jalur busway bebas untuk umum, dari kantor ke mampang itu cuman butuh 10 menit dengan busway, tapi sekarang dibutuhkan waktu 1,5 jam. Gileee…
“Salah sendiri di jakarta”
Itu komentar salah satu temenku yang juga tinggal di jakarta, saat aku ceritain kejadian aku terjebak macet di busway. Hmm bener juga, ngapain jg di jakarta, tapi dalam hati aku yakin dia bilang gitu karena dia terpaksa tinggal dijakarta dan terjebak dengan semua ini dan tidak punya pilihan lain selain menjebakkan diri di jakarta.
Jakarta has several sinonyms(red: For me), there are mosquitos, traffic jam and super hot. 3 things that always with me when i’m in jakarta.
Traffic Jam
Now, i’m in bandara soekarno Hatta. I leave Pasar Minggu at 9:30, then as always trapped traffic jam and arrived here at 11:30. Without traffic jam, i should be arrive here at 10:30 or less. BUt i call it as a normal traffic jam, the worst traffic jam can take more than 3 hours from Pasar minggu to Bandara.
Hot
Last night, i slept with heavy sweat and wet shirt. It was so hot, i cannt live in jakarta more than a week.
Mosquitos
Maybe, because of water polutions, jakarta become one of the best home for mosquitos.
I always fond my body full of “bentol-bentol” when i woke up.
Read this one, my friends wrote about mosquitos for National Geographic.
But, Indonesian still go to Jakarta, even with all of those nightmare. Why? Because more than 80% of rupiahs are there. Everyone need money, and jakarta can produce it.
hmm.. forget it, lets talk about the solutions.
In 2014, analyst said that the size of street in jakarta will be equal with the amount of all car in jakarta, so everyone will be trapped in traffic jam when we get out from our garage. So, Fauzi Bowo has to stop it.
But How?
1. Stop private car booming
2. Make good public mass transportations
To stop private car booming, goverment can apply high tax for private car and also limit the age of the car. But, goverment has to provide good mass transportations first, so people can stop owning private car and able to go anywhere easily by mass transportations.
For now, train and bus are the best mass transportations. Fauzo Bowo can easily continue the busway project, the brilliant idea from Sutiyoso. If all street in jakarta connected with the busway, people will choose it rather has to trapped in traffic jam when using private car. If most of jakarta people use mass transportations, i’m sure traffic jam will become history.
hmmm… am i dreaming ?
Kemaren, 25 Juli 2007, akhirnya aku lulus juga dari MTI UGM, setelah beberapa bulan terakhir harus bangun pagi untuk kuliah ato ngerjain thesis. Seneng, apalagi liat bapak ibuku jg seneng.
Kadang bingung juga, karena … trus setelah ini mau ngapainnn… hehe. Whatever degh
![]()
![]()
Foto-foto selengkapnya ada di SINI . Foto-foto yang lain masih dalam proses, kapan2 kl sempet aku update deh.
They were fighting to the end. I’m proud of the players because from the very beginning until the last game they played at their best level even though we knew our opponents would be tough. (Ivan Kolev after INA vs Korsel match)
Penampilan Timnas Sepakbola Indonesia di piala asia 2007 sudah jauh lebih baik dari bentuk permainannya yang pernah aku saksikan selama ini. Dedikasi, kerja keras, semangat dan kedisiplinan sudah mulai terpatri di benak mereka.
Satu hal yang membuatku haru, dukungan suporter dan masyarakat Indonesia. Benar-benar bikin mrinding. Lebih dari 90.000 suporter memadati Gelora Bung Karno, semua mengenakan warna putih merah, melompat-lompat, berteriak, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan yang paling hebat, mereka sangat dewasa dan tidak membuat keonaran. Bahkan, saat Tim Garuda tergeletak lemas atas kekalahan yang diderita, justru suporter memberikan standing ovation. Suatu bentuk penghormatan yang sangat luar biasa.
Sidik sempat bilang, belum pernah melihat orang menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan sekhidmat saat menonton sepokbola ini. Serasa mau perang aja.
Meskipun aku cukup kecewa dengan terpilihnya kembali Nurdin Halid jadi ketum PSSI, tapi aku sangat berharap perwujudan dari pencanangan Indonesia Menuju Pentas Dunia-nya. Dia mencanangkan pada tahun 20-an, Indonesia sudah bisa ikut pentas sepakbola dunia, bukan hal yang mustahil, bukan hal yang gampang, tapi sesuatu yang bisa diraih dengan kerja keras. Jika Timnas mengalami laju perkembangan terus seperti saat ini, aku yakin angan-angan tahun 20-an itu akan terwujud.
Tapi, Indonesia akhirnya memilih untuk kalah, dan… Kalah dengan Terhormat.
Secara netral, aku mengakui, permainan Indonesia emang masih kalah dibandingkan Korea Selatan dan Arab Saudi. Jadi hasil kalah masih bukan hasil yang buruk untuk Indonesia, yang terpenting adalah bisa menunjukkan yang terbaik. Apabila Indonesia menang, mungkin masih dikait-kaitkan dengan faktor keberuntungan. Tapi, Indonesia akhirnya memilih untuk kalah, dan… Kalah dengan Terhormat.
Ini foto-foto ku kemaren pas nonton di GBK: (selengkapnya klik disini)
![]()
