Category archives: Daily Activity

Akhirnya Lulus Juga

Kemaren, 25 Juli 2007, akhirnya aku lulus juga dari MTI UGM, setelah beberapa bulan terakhir harus bangun pagi untuk kuliah ato ngerjain thesis. Seneng, apalagi liat bapak ibuku jg seneng.
Kadang bingung juga, karena … trus setelah ini mau ngapainnn… hehe. Whatever degh


Foto-foto selengkapnya ada di SINI . Foto-foto yang lain masih dalam proses, kapan2 kl sempet aku update deh.

Kalah Terhormat atau Menang Beruntung

They were fighting to the end. I’m proud of the players because from the very beginning until the last game they played at their best level even though we knew our opponents would be tough. (Ivan Kolev after INA vs Korsel match)

Penampilan Timnas Sepakbola Indonesia di piala asia 2007 sudah jauh lebih baik dari bentuk permainannya yang pernah aku saksikan selama ini. Dedikasi, kerja keras, semangat dan kedisiplinan sudah mulai terpatri di benak mereka.

Satu hal yang membuatku haru, dukungan suporter dan masyarakat Indonesia. Benar-benar bikin mrinding. Lebih dari 90.000 suporter memadati Gelora Bung Karno, semua mengenakan warna putih merah, melompat-lompat, berteriak, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan yang paling hebat, mereka sangat dewasa dan tidak membuat keonaran. Bahkan, saat Tim Garuda tergeletak lemas atas kekalahan yang diderita, justru suporter memberikan standing ovation. Suatu bentuk penghormatan yang sangat luar biasa.

Sidik sempat bilang, belum pernah melihat orang menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan sekhidmat saat menonton sepokbola ini. Serasa mau perang aja.

Meskipun aku cukup kecewa dengan terpilihnya kembali Nurdin Halid jadi ketum PSSI, tapi aku sangat berharap perwujudan dari pencanangan Indonesia Menuju Pentas Dunia-nya. Dia mencanangkan pada tahun 20-an, Indonesia sudah bisa ikut pentas sepakbola dunia, bukan hal yang mustahil, bukan hal yang gampang, tapi sesuatu yang bisa diraih dengan kerja keras. Jika Timnas mengalami laju perkembangan terus seperti saat ini, aku yakin angan-angan tahun 20-an itu akan terwujud.

Tapi, Indonesia akhirnya memilih untuk kalah, dan… Kalah dengan Terhormat.

Secara netral, aku mengakui, permainan Indonesia emang masih kalah dibandingkan Korea Selatan dan Arab Saudi. Jadi hasil kalah masih bukan hasil yang buruk untuk Indonesia, yang terpenting adalah bisa menunjukkan yang terbaik. Apabila Indonesia menang, mungkin masih dikait-kaitkan dengan faktor keberuntungan. Tapi, Indonesia akhirnya memilih untuk kalah, dan… Kalah dengan Terhormat.

Ini foto-foto ku kemaren pas nonton di GBK: (selengkapnya klik disini)

Foto Nostalgia (Edisi Timnas Kelas 2.2 SMA 3Bhe)

Di halaman lapangan sepakbola 3 Bhe yang dibanggakan ini, kami sedang berpose untuk persiapan Liga SMA3, yang pada akhirnya kelas kami mencapai puncak final. Layaknya Liga Champion, akhirnya kami kalah tragis di adu pinalti.

BTW, aku yang mana yah?
yang jelas masih kurus langsing tak berisi :D

H-0 Pendadaran

2 jam lagi pendadaran. Bentar lagi mau berangkat ke kampus. Doakan sukses yach!!

hehe ..

UPS, aku harus segera pergi dari kantor, keburu banyak kerjaan, bikin pusing aja!

H-1 Pendadaran

Hari ini udah H-1 Pendadaran. Suaraku masih serak gara-gara sakit kemaren, moga-moga besok sudah bisa fit. Rencananya, semua persiapan akan kuselesaikan sebelum malam ini, jadi entar malem bisa tidur dengan pulas, dan besok bisa tampil fit.

Yang kurang dipersiapkan tinggal demo-demo nya, dan mencoba leptop disambungin ke LCD viewer, supaya jangan sampai kayak pas pra-4 kemaren, Dah mau maju, ternyata ga bisa nampil di LCD viewer.

Aku dah terbayang-bayang suasana setelah pendadaran, pasti sangat menyenangkan dan melegakan :D . Asal pendadarannya sukses siiihh..

Kerjaan di JogjaCamp banyak banget, dan numpuk2. Aku pengen segera ambil bagian untuk segera membereskan segala hal. Tapi gara2 urusan pendadara, semuanya jadi aku tinggalin. Moga2 abis pendadaran sudah bisa full ngurusin jogjacamp.

H-2 Pendadaran

Besok rabu jam 10 aku mau pendadaran. Hingga saat ini aku belum siap apa-apa. Beruntung beberapa hari terakhir ga enak badan, jadi hal itu bisa dijadikan alasan kenapa ga siap2 :D

Hari rabu ini adalah hari yang aku tunggu-tunggu lebih dari satu tahun belakangan, karena aku dah pengen segera lepas dari berbagai tetek bengek kuliah dan semacamnya. Moga-moga aku bisa melewati rabu ini dengan “A”.

Semoga, pendadaran ini ga jauh-jauh beda sama pra pendadaran kemaren-kemaren. Moga2 ga banyak kelemahan penelitianku yang diketahui :D heheh… dann.. moga-moga bisa melenggang dengan tenang menuju kelulusan …

hmmm… deg2an juga

Oggix.com found a new home

Since about a year ago, oggix.com has a serious problem that need much time to find the solution. The problem is the lack of server resource. Because oggix.com become bigger and bigger (now oggix.com has more than 36.000 members), so oggix.com couldnt placed in a shared hosting, or even a single dedicated server. The site was down for a several times, and the site was very very slow. Thus some of oggix.com’s members became frustation and migrate to another shoutbox provider.

I had moved it to better server, but the result was not significant. Then i also had tried to optimize the scripts, the table structure, the image etc, and also i couldnt get the good result.

Then a few weeks ago i tried to move the site to a new shared hosting, which the hosting company claim that they can handle a very very big site. And amazingly, the site is going well till now. The speed is very good, and the server performance is extremely stabil.

I still dont understand how they set the server and the OS or control panel so they can have these such server performance. hufff.. époustouflant!!

And you know what? the hosting price is not expensive :D (this is one of the reason why i choose this hosting company).

Oggh, thanks God for giving me this way.

Bad days

Damn, I feel so unlucky lately. Many unwanted things happened again and again.
Firstly at Sunday midnight, my client from US gave me a lot of revisions. The revisions were very simple. Usually, other clients will not request revisions for such things. Because of these revisions, i didn’t sleep till morning.

At Sunday noon, one of my clients requested me to copy his data for backup. Because of my staff mistake, the data was not copied but was deleted. My client was angry to us :(

Such unlucky thing didn’t stop. At Sunday night, I transferred about 50 thousand rupiah to someone via internet banking. But a few minutes after transferring it, I realized that I had just transferred 3.8 million rupiahs.

Then I called bank customer service, yet no solution. At Monday noon, I came to my bank branch office. After being trapped in queue for more than 1.5 hours, they said that it was impossible to cancel an online payment. My only hope was kindness of the person whom I transferred mistakenly that he would transfer my money back.

Then another unlucky came along, At Monday afternoon, I was locked on my own room, something wrong with my room door. I was trapped, and I had to call my father and young brother to help me out from my bed room.

oughh …….

Home Sweet Home

Private bed, private bathroom, private TV, private books…. Nothing special? But its very extraordinary for me.

For many years, i slept on the chair, or on carpet, without bed-clothes, without pillow, and ofcourse without “guling” (i dont know what is guling in english).

Since i graduated from SMA 3, mostly i didnt sleep in my home. On the 1st & 2nd year, i slept in my campus. On the 3rd year till a few days ago, i slept in my own small office, JogjaCamp. And there is no “sleep equipment”, i just sleep wherever i can sleep.

But now, my office had moved to the new building, that higher, bigger, and more comfortable. I also have a bedroom, with 2 windows, 2 doors, 1 bathroom, 1 tv, 1 bed, books, and ofcourse internet connections. May be its simply ordinary for you, but not for me. Its amazing. Now, i realize that i can enjoy my sleep while wathing “Tukul Arwana” in a soft bad, in my private room.

Its not my home, but i feel in home. I hope i can work better with this new amazing condition.

Foto Pigura MTI 007

Ini foto temen2 MTI angkatan 7, rencananya akan dipigura trus dipajang di kampus….

Kuliah Terakhir

Tidak terasa, sudah hampir setahun aku kuliah di MTI UGM. Tadi pagi ada ujian dikampus, yang menandakan berakhirnya sesi perkuliahan catur wulan ini. Dan ini lah kuliah terakhirku di MTI, karena setelah ini aku sudah tidak lagi harus disibukkan dengan berangkat kuliah tiap pagi. Yang tersisa hanya ngetik “thesis”.

Sistem perkuliahan MTI UGM, normalnya dijalani dalam 4 cawu, dengan 3 cawu perkuliahan reguler, dan 1 cawu khusus untuk pengerjaan thesis maupun pendadaran. Sehingga diharapkan tiap mahasiswa bisa lulus dalam waktu 16 bulan sejak masuk hari pertama perkuliahan.

Sampai saat ini aku sudah menyelesaikan cawu ke 3 ku, sehingga setelah ini sudah tidak ada perkuliahan lagi. Meskipun pengerjaan “thesis” juga tidak bisa disepelekan, tapi minimal “thesis” bisa dikerjakan di rumah atawa di kantor. Jadi ga perlu repot2 bangun pagi dan pulang sore untuk mengikuti perkuliahan.

mmmm… seneng juga, aku sudah lumayan bosan dengan kuliah dan berbagai macam tugasnya, plus praktikumnya yang biasa dilaksanakan di hari sabtu :( . Akhirnya yang aku tunggu-tunggu dateng juga.

NEXT STEP
Selanjutnya, aku punya waktu kurang dari satu cawu untuk menyelesaikan thesis, pendadaran, dan wisuda. Aku harap semua bisa lancar, sehingga 4 bulan lagi aku bisa bermetamorfosa kembali menjadi orang “bebas”.

Di MTI UGM, sistem thesisnya terbilang lumayan unik. Karena thesisnya dilakukan secara bertahap, yaitu harus melalui 4 pra pendadaran + 1 pendadaran. Semua pra dan pendadaran tersebut sudah terjadwal dengan rapi, dan keseluruhan mahasiswa harus melewati tahapan-tahapan tersebut.

Enaknya, minimal tiap beberapa minggu, mendapat deadline untuk segera menyelesaikan syarat-syarat pra pendadaran. Sehingga tidak “terlena” dan “terjerumus” pada kemalasan, yang berujung pada NEVER ENDING THESIS.

Ga enaknya, thesis menjadi tidak bisa dikebut dan diselesaikan dalam waktu singkat. Karena semunya telah disediakan koridor-koridor nya dengan jelas. Selain itu, setiap beberapa minggu diwajibkan untuk pening dan loyo gara-gara harus minta tanda tangan pembimbing agar disetujui maju pra pendadaran.

WHAT ELSE?
Yap, hampir lupa. Tadi, untuk “memperingati” hari terakhir kuliah, aku dan tmn2 seangkatan foto2 bersama ke calista. Sesuai adat, tiap angkatan dapat mempigura foto seangkatan, dan dipajang di ruang laboratorium utama.

Semoga foto2nya bisa aku upload beberapa hari mendatang.

==> updated, foto sudah aku upload

Klik disini untuk melihat foto selengkapnya.

Ada satu lagi yang tadi sempet bikin jengkel, HP ku tadi di umpetin sama temen2. Dan aku bener-bener dah kebingungan nyari HP, sampai mau aku telusuri jalan sampai ke foto studio lagi untuk mencari HP ku.

Emang angkatan 007 ini bener2 kejam!!! ( padahal aku ngajarin kejemnya ga sebegitu kejem lhoh :D )

Libur Tlah Tiba

Jumat, hari ini…
barusan aja selesai kerjaan ku
dan libur panjang tlah menanti

JogjaCamp akan libur mulai besok sampai dengan tanggal 29 Oktober.
Kalau kuliahku libur sampai 5 November, nyammm…

Hari ini, agenda besarku adalah ngadain rapat besar JogjaCamp. Mengapa besar??
Ya emang yang paling besar yang pernah diadain JogjaCamp (dalam hal kuantitas). Belum pernah ngumpulin semua elemen JogjaCamp, dalam satu wadah, dan dalam satu foru, seperti tadi.
Tadi hanya satu yang absen, Mas Aris, karena dia masih di IDwebhost Jakarta.

Gimanapun tadi,
aku cukup puas. Semoga menjadi salah satu tonggak acuan untuk masa depan JogjaCamp.

Setelah itu, bikin kesepakatan2 kerja baru, dan beberapa efisiensi.
Makasih untuk temen-temen JogjaCamp yang sudah mengantar JogjaCamp sampai sejauh ini.

Lepas dari itu semua….
sekarang sudah libur, saatnya menikmati liburan,
menikmati kebersamaan dengan keluarga
(* atau calon keluarga :D )

Refreshing diri, untuk lebih mengoptimalkan diri setelah liburan selesai.

MET LIBURAN !!!!!!!

Detik-Detik yang Menentukan

Akhir-akhir ini aku baru asik mbaca bukunya Habibie, “Detik-Detik yang Menentukan”, buku tersebut menceritakan tentang detik-detik perpindahan kekuasaan dari jamannya Soeharto, ke tangan Habibie.

Buku ini cukup kaku, banyak menyampaikan hal-hal yang teoritis dan point per point, jadi kadang bisa membawa kita pada kebosanan. Misalnya saja, dibeberapa halaman buku ini sering disampaikan apa isi dari pidato Presiden di suatu rapat, yang disampaikan point demi point dari a,b,c,d dan seterusnya.

Tapi, buku ini menarik, karena ditulis oleh mantan Presiden RI, dan menceritakan tentang kronologis transisi kekuasaan dari Soeharto ke Habibie. Yang lebih menarik lagi adalah, buku ini banyak menceritakan jalan pikir Habibie, apa yang dia renungkan pada saat kejadian-kejadian di pergantian kekuasaan tersebut. Yang masih aku ingat adalah, bagaimana Habibie “shock”, karena menerima warisan kekuasaan feodal yang sebegitu besarnya, yang sudah dibina lebih dari 53 tahun mulai dari jaman Soekarno. Habibie sempat bingung, mau diapakan semua kekuasaan yang sudah mengakar tersebut.

Cerita yang dipaparkan cukup mendetail, dan mampu memberikan gambaran tentang apa yang sebenarnya terjadi saat “Supersemar Kedua” terjadi tersebut, tentu saja dari sudut pandang Habibie.

Terlepas dari kekakuan buku ini, ataupun tingginya nilai sejarah dari isi buku ini, aku merasa mendapat lumayan banyak pelajaran dari “tingkah polah” Habibie selama rentang waktu kepemimpinan reformasi.

Yang pertama adalah, bagaimana beliau, orang yang bisa dianggap sangat teknis, bisa memegang kendali negara yang dalam keadaan krisis multikompleks dan multidimensi. Bagaimana beliau bisa menyingkirkan tanggapan-tanggapan apriori serta tekanan-tekanan dari luar. Bagaimana beliau bisa mengkoordinir staf-stafnya, mentri-mentri, yang menurut saya sangat sulit. Aku mengkoordinir beberapa gelintir orang aja sering pusing sendiri.

Yang kedua adalah, tentang dedikasi. Beliau benar-benar berdedikasi penuh untuk menyelamatkan negara (menurut buku ini), hingga pada masa2 awal, beliau hanya tidur 2 jam setiap harinya, dan tanpa merasa kecapekan.

Jalan pemikiran beliau begitu sistematis, dan mendetail. Padahal, sebelum membaca buku ini, secara pribadi aku sangat meremehkan kemampuan beliau saat itu. “Tukang buat pesawat, mana mungkin bisa ngurusin negara”. Tapi, setelah membaca buku ini, aku sadar, memang benar-benar tidak mudah ngerawat negara yang dah bener-bener bobrok. Seandainya saja aku diberikan kesempatan memimpin negara ini, aku rasa bukan hanya negara yang akan hancur, tapi akunya sendiri juga bakal hancur:D .

Jatuh Cinta ke yang lain Lagi

akhir-akhir ini aku baru jatuh cinta…
seneng rasanya, ini kisahku:

beberapa minggu terakhir ( atau mungkin bulan )
aku tak terasa dah mulai fanatik dengan GMAIL
gileeeee

bener2 revolusioner

bener2 salut dengan inovasi tim google ini, menggebrak, dan ga tanggung2.
pertama, dia termasuk mempelopori email dengan space “gajah”, 2 GB.
kedua, UI nya sangat enak dipake, make ajax, load ringan, cepet
trus…

- bisa untuk POP3
- forwarding unlimited
- filtering unlimited
- bentuknya conversation (jadi, kl untuk reply-reply an bisa dijadiin satu message)
- ada short cut nya
- tanpa iklan di footer email
- iklan di webmail hanya adtext
- bulkmail nya bagus, tapi ga sekejam yahoo. Kl yahoo, tiap email banyak yang masuk bulk
- Domain kita sendiri, bisa di host emailnya di gmail
Misalnya, aku punya domain jogjacamp.co.id, trus aku bisa menghostkan email nya ke gmail
Aku dikasih jatah 100 account email, lagi-lagi tanpa iklan.
Jadi, kl aku kirim email, ga ada yang tau kirim dari gmail
- search dont sort, emang bener, search email kita di gmail sangat cepet dan enak.
- auto save, jd kl kita ngetik email, secara berkala otomatis langsung disave oleh gmail
- backround attachment upload,
kl kita kirim attachment, bisa kita browse dulu, trus kita ngetik emailnya.
nhah, pas kita ngetik itu, diam-diam gmail mengupload attachment kita, jadi pas selesai ngetik, begitu klik send, selesai deh
- ga banyak perpindahan halaman kayak di yahoomail, di yahoomail misalnya mau kiim attachment, bisa sampe 3 kali pindah halaman, ato lebih
- bisa ngehost banyak alamat email pada satu account.
misalnya, aku punya email di oggix@mti.ugm.ac.id
nhah, aku bisa kirim email dari account gmail ku, seolah-olah aku ngirim dari oggix@mti.ugm.ac.id

-dsb dsb
masih buanyak banget, yang bikin aku tambah jatuh cinta aja sama gmail

Foto2 Rapat TrulyJogja

Kemaren pas hari minggu, tanggal 30 July 2006, truly ngadain rapat -ga- rutin. Dah 3 bulan kira-kira ga ada rapat bareng2. Meskipun judule rapat, tapi tetep aja tetep banyak maennya dari rapatnya itu sendiri.

Rapatnya enak, tempatnya jg enak, di taman gitu. Tapi ada satu yang bikin nyesel, gara-gara ini, bikin aku ga jadi nonton final Ligina di solo :( .
Ditinggal sama Ferry dkk. Siyall dech.

Dibawah ini foto2nya, atau bisa juga diliat dari Photo Gallery ku, klik disini.