Masih butuhkah konsep NEGARA ?

Jaman ghene maseh fanatik kenegaraan ??
Ga tau yang bener yang mana, apakah sampai saat ini masih diperlukan ketanahairan itu.
Aku pernah ikut kuliah, katanya di masa depan konsep negara bakalan terhapus, ini adalah
evolusi alami. Bahwa negara-negara maju akan cenderung untuk saling bersatu, sedangkan negara-negara kurang maju akan cenderung bercerai-berai. Dan emang, seharusnya negara-negara akan pada semakin maju, karenanya negara-negara bakalan saling menyatu, dengan hasil akhir, satu dunia ini adalah satu, tidak ada lagi negara. Contoh paling jelas terlihat pada uni eropa, puluhan kebudayaan disatukan dalam konsep uni eropa.

Aku bilang gitu karena barusan tersandung-sandung hanya karena kata “INDONESIA”, disini aku mengartikan indonesia sebagai kata, tidak lebih, karena terlalu menyakitkan. Kemaren-kemaren, aku mau beli server di amrik untuk IDwebhost, itu sulitnya minta ampun. Sampe berhari-hari klien nelpon ga berhentin-berhenti, marah-marah semua, gara-gara server mati, dan aku blom bisa nyari gantinya. Setiap aku nanya-nanya ke CS penjual servernya, selalu ditanggapi dengan baek. Tapiiiii, begitu aku ngeluarin kata-kata “INDONESIA”, jawabannya sinis, dan ga mutu. Langsung deh dicuekin. Begitu juga kl saat order, milih negaranya INDONESIA, langsung dapet email kl order gagal. Dan nyebelinnya lagi, mereka tidak mau menerima apapun kataku, yang penting, mereka terdoktrin bahwa “SAY NO TO INDONESIA”.

Kejadian semacam itu ga hanya sekali, dan beragam banget kejadian yang mengesampingkan “kata indonesia”. Sempet aku posting ke milist, aku nanya gimana solusi dari masalahku, dan sekalian ngumpat2 INDONESIA itu sendiri. Beberapa langsung menyaut dengan berbagi pengalaman buruknya kata indonesia,dan ikut2an mengumpat.
Tapi tiba-tiba aku agak “tertohok”, saat ada anggota milist yang jawab kurang lebihnya gini:
“Yang salah bukan INDONESIA-nya, dah tau indonesia bobrok, amburadul, kalian masih juga tinggal di INDONEsIA, emang sapa yang nyuruh kalian bertahan di INDONESIA, emang kalo kalian keluar dari Indonesia ada yang nggondellin?”

HUH, agak kasar sih, tapi dipikir-pikir, mmm…. bener juga. Ngapain aku di indonesia terus. Sapa yang nyuruh??
Terus terang aku sangat2 chauvinisme dengan indonesia-KU. Aku pikir, kita orang indonesia, yo mari dong kita bangun
indonesia, bla bla bla, agak bulsit gitu deh. Sampai sempet aku agak marah2 sama beberapa temenku yang sekarang
sedang kuliah di luar negri, karena mereka berencana tidak menetap di Indonesia, mereka lebih seneng di luar negri.
Tapi aku sekarang sedikit-sedikit mulai mengerti, kadang, pikirkan dengan logis! mengapa kita di INDONESIA??

Q: Karena cinta buta ? karena emang dari lahir ditanamin cinta indonesia ?
A: Apakah kita emang harus mencintai, padahal indonesianya masa bodo dengan kita, kita tinggal bersama kebrobrokan,
sama aja kita pacaran sama orang yang suka mabok2an, bakalan kita ketularan dong.

Q: Apakah karena semua temen, lingkungan, dan masa kecil di INDONESIA?
A: Ahh, Enggak juga, nyatanya, saat semua kenangan manis di suatu daerah, saat dapet suami/istri, rela-relanya
pindah ke daerah laen yang jauh, hanya untuk ngikutin si istri/suami itu.

Q: Apakah karena ortu di INDONESIA?
A: berarti kamu mau nunggu ortu mati, dan baru keluar dari penjara INDONESIA dong

Yahh … gitulah. Sempet kepikiran2 gitu, tapi sampe sekarang chauvinisme ku blom bisa ilang. Atiku ngalahin kepalaku.
Ato aku gini karena aku orang indonesia ( inget, kata indonesia bisa diartikan dengan bodoh ).

2 comments on “Masih butuhkah konsep NEGARA ?

  1. Memang benar katamu bahwa mencintai indonesia sama seperti pacaran dengan orang yang suka mabok mabokan dsb….
    Karena banyak mengandung kebenaran dari tulisan anda itulah maka saya tergerak utk menanggapinya.
    Anda sdh tahu caranya keluar negeri apalagi sdh lama menetap disana dan sdh pula makan asam garamnya disana maka sdh pasti anda tak sulit untuk memilah di bumi mana untuk kau berpijak dengan nyaman dan tak berkendala.
    Biarkanlah indonesia yang bisa anda artikan dengan bodoh ini tetap dihuni oleh orang orang yang mayoritas belum mampu menjadikan dirinya pintar dan hanya mampu pasrah pada janji janji yang sedang diusahakan untuk ditepati.
    Sesungguhnya sikap buruk yang anda dapatkan diluar sana itu menurut hemat saya masih bisa diterima walau pahit.
    Saya tak dapat membayangkan apalagi yang akan anda definisikan tentang indonesia bila anda terpaksa tinggal dan bekerja di salah satu perusahaan asing di negeri ini .Anda tamatan luar negeri tentunya anda berharap lebih bukan ?
    Saya yakin anda tak akan mampu menerima bila anda dihargai tidak lebih dari karyawan kulit putih walau pendidikan formalnya jauh dibawah anda dan negara yang empunya SDA ini hanya menerima hasil yang dibagi oleh orang asing ………(BAGI HASIL)
    Barangkali anda perlu juga melihat dari sudut yang berbeda yakni dari pribadi orang yang berperilaku buruk terhadap anda. Siapapun dari negara manapun akan bersikap sesuai dengan karakternya dalam menyikapi suatu masaalah. Begitu pula dgn indonesia . Yang membuat citra buruk tentang indonesia itu hanya segelintir orang .Mereka itu munafik kalau mengatakan NO to orang Indonesia .Bukankah seharusnya mereka berterima kasih dan bersikap baik ; karena belajar disana berarti memasukan uang untuk mereka.untuk soal uang tentu mereka selalu say YES.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>