Laila Majnun

Tenda tenda berdiri di padang pasir, menyerupai bukit-bukit kerdil yang dibentuk angin gurun. Saat itulah Qais bin Mu’adz bin Syamah bin Nasir yang belum Majnun (gila), melihat Laila di gerai tenda. Keduanya terpanah asmara pada pandangan pertama.

Hari berikutnya, ketika gelap membayang, dan yang hidup dalam tenda tinggal bayang-bayang, Qais yang kasmaran dirasuki kerinduan. Tak tahan memendam gejolak jiwa, dari bibirnya mengalir untaian kalimat pujaan, sebagai lantunan cinta yang mendalam.

Ketika cinta yang menggelora itu mendapat hambatan keluarga Laila, maka Qais jadi tergila-gila. Ia mengakrabi malam, mengolah desisan angin gurun sebagai musik, untuk mengiringi nada-nada indah yang terus meluncur dari mulutnya yang tak mau istirah.

Cinta yang dahsyat itu, syair yang melankolis itu, telah menguras airmata dan mengiris-iris kalbu para penghuni kabilah. Mereka tersentuh rintihan hati Qais, dan terbangkitkan oleh kedalaman cinta laki-laki yang mulai lupa daratan itu.

Dan saat Qais kabur dari kabilah menuju ‘bukit penyadaran’, semua orang akhirnya merasa kehilangan dan kesepian. Malam hari menjadi benar-benar sepi. Sebab rintihan hati Qais yang telah berubah menjadi musik pengantar tidur itu sudah tidak ada lagi.

Sedang Qais dalam kesendirian kian terkubur cinta. Bukan lagi cinta pada kecantikan Laila, tetapi sudah jauh melampaui batas-batas cinta manusia biasa. Majnun telah keluar dari fitrah manusia normal. Ia memasuki dunia spiritualitas yang indah. Mahabbah! Cinta pada Allah.

Sumber( Detik.com )

10 comments on “Laila Majnun

  1. hehehe, nyoba comment. Sedang Qais dalam kesendirian kian terkubur cinta. Bukan lagi cinta pada kecantikan Laila, tetapi sudah jauh melampaui batas-batas cinta manusia biasa. Majnun telah keluar dari fitrah manusia normal. Ia memasuki dunia spiritualitas yang indah. Mahabbah! Cinta pada Allah.

  2. assalamualaikum.sy ada 1 kemusykilan.sy udah upload shoutbox ke dalam blog sy tp semua posting (article) sy tidak berada di alignment yg betul. ini adalah kerana saiz kelebaran (width) shoutbox terlalu besar sehingga menyebabkan article tidak berada di kedudukan yang betul. Bagaimanakah cara untuk mengubah saiz kelebaran (width) shoutbox tersebut?Terima kasih. Wassalam.

  3. subhanalloh…maacih pd seseorang yang mengenalkanku pd arti cinta yang sebenarnya,lewat “laila Majnun”. dengan baca cerita ini..hati gw jd merasa jd pendosa cinta.

  4. aku malu pada cinta dan pencipta-Nya karena telah berani menodai putih cinta yang suci.aku tunggu qais qais yang lain datang menyongsong laila buruk rupa ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>