Iklan Susu Formula Dilarang? (ASI part.2)
Kalau belum baca part.1 nya, sila baca disini yah:
para sarjana pilih asi atau sufor?
Di negara-negara maju, sudah banyak yang melarang iklan susu formula, atau paling tidak membatasi iklannya. Karena kalau ga dibatasi, ya akibatnya seperti di Indonesia ini, iklan susu formula begitu membabi buta, agresif, dan gencar!
Sampai-sampai nih, sekarang masih banyak yang beranggapan susu formula itu lebih baik dari pada ASI, karena susu formula mengandung DHA dsb dsb, sehingga bisa bikin pinter. ugh…
Banyak keluarga disekitarku yang sebenernya kurang mampu, tapi menghabiskan hampir 50% penghasilannya untuk belanja susu formula, miris kan? Padahal budget itu kalau ditabung bisa untuk ongkos pendidikannya kelak.
Yah ini semua karena anjuran ASI eksklusif masih kalah jauh sama gencarnya iklan susu formula. So, mari kita dukung bu mentri yang mencoba membatasi iklan susu formula.
Tahu sendirikan perusahaan-perusahaan susu formula begitu kuatnya mencengkeram dari eksekutif sampai legislatif. Sampai-sampai, susu yang terkontaminasi bakteri aja ga juga diumumkan. Padahal sangat-sangat sepele, hanya mengumumkan suatu fakta lhoh.
Sempet miris juga, malah ada nih beberapa orang yang menyesalkan kenapa sih banyak orang yang agresif banget mengkampanyekan ASI eksklusif. Ugh, ga tau tuh kalau gerakan kampanye ASI eksklusif bener-bener lemah, tak terorganisir dan sangat low budget dibandingin sama kampanye susu formula nya para raksasa perusahaan sufor.
Coba juga perhatiin iklan-iklan sufor di TV, dijamin deh pasti bagus, berkelas, dan ga ndeso. Iklannya di jam-jam premium, di acara-acara yang premium pula.
Trus gimana ASI eksklusif bisa membudaya? ya dengan cara kampanye akar rumput seperti kita-kita ini untuk menyadarkan orang-orang sekitar. “For the better future”, hayahh ….










rizky said
am May 16 2011 @ 1:59 am
tulisan yg bagus mas
saya sangat setuju dgn anda, tp kita perlu tahu juga tidak semua ibu dapat memberikan asi kepada babynya karena biasanya faktor anaknya tidak cocok pada asi ibunya atau juga ibu nya bekerja jd tdk sempat memberikan asi ekslusif
inilah faktor yg menjadi incaran target pasar para pengiklan, yah jaman sekarang mas, apa2 mahal mau gak mau istri kadang bekerja juga utk membantu suami mencari tambahan penghasilan
[reply this comment]
oggix reply on 23 May 2011:
Itulah yang salah mas, banyak anggapan tidak memberi asi eksklusif karena memang begitulah seharusnya. Sangat-sangat sedikit anak yang tidak cocok dengan asinya, biasanya karena alergi. Tapi jauh lebih banyak anak yang tidak cocok dengan susu formula, juga karena alergi. Trus, ibu bekerja juga bukan halangan untuk memberi asi eksklusif, karena asi bisa diperas saat di kantor ataupun dirumah. Sehingga, saat ditinggal kerja, anak tetap bisa mendapatkan asi eksklusif. Istri saya jg kerja 8 to 5, tapi asi eksklusif tidak terhambat kok.
Bunda Shofia said
am February 1 2012 @ 3:13 pm
Hehe..kalo yg ini sy 100% setuju. ASI ekslusippp.
yuk kampanye akar rumput via bloger seperti kita-kita ini untuk menyadarkan orang-orang sekitar kita yg sok jaim dan sok punya uang.
Usul nih gmn klo bikin asiekslusipdotcom…yg berisi pencerahan tentang ASI…
[reply this comment]