25 August 2008

Pemilik suatu rumah makan, baru saja sadar mengalami kemunduran dalam beberapa bulan terakhir. Usut-punya usut, penyebabnya simpel, omlet bikinan salah saut kokinya terlalu asin.
Mengapa hal kecil tersebut bisa terjadi hingga berbulan-bulan?
Jawabannya mudah, karena pelanggan tidak bisa memberikan masukan ke rumah makan tersebut. Pelanggan yang kecewa dengan rasa omlet tsb, hanya menggurutu, dan berjanji tidak akan kembali lagi besok-besok.
Feedback, ya kita butuh feedback untuk mengetahui setiap detail kekurangan bisnis kita. Feedback jauh lebih dibutuhkan untuk bisnis retail yang langsung bersentuhan dengan pelanggan.
Untuk itu, pastikan kita selalu mempublikasikan cara yang mudah dan murah bagi pelanggan untuk memberikan feedback pada bisnis kita.
Dengan cara yang mudah dan murah, tentu saja pelanggan akan dengan senang hati memberikan masukan, dan tentu saja kita akan lebih dini mengetahui borok yang ada dalam tubuh bisnis yang kita seriusi.

Jalur yang jelas
1. Tampilkan cara penyampaian feedback di tempat-tempat strategis, yang sering dilihat pelanggan.
Misalnya, pada gambar di atas, toko bodyshop menampilkan jalur feedback nya di kasir, tempat yang pasti dikunjungi pelanggannya.
2. Beri kepastian pada pelanggan bahwa setiap feedback akan ditangani secara serius.
3. Jika memungkinkan, untuk menarik pelanggan mengkritik, kasih semacam doorprize ![]()
4. Cari cara semudah mungkin bagi pelanggan, misalkan bisa melalui sms, bisa melalui kertas.
Ingat, jika menggunakan kotak saran, sediakan bolpoin bagus disitu, banyak toko menyediakan kotak saran, tapi bolpoinnya mati, sama juga bo ong.
Ingat, semakin banyak kritikan ataupun saran untuk bisnis kita, bukan berarti bisnis kita buruk, justru itu menunjukkan kecintaan para pelanggan. So, jangan takut-takut untuk mengumpulkan sebanyak mungkin kritikan untuk bisnis kita.
Konsekuensi
Dengan terkumpulnya feedback, kita mempunyai tanggung jawab besar untuk benar-benar memperhatikan setiap kritikan tersebut. Jika kita mengabaikan, justru akan menjadi bumerang bagi kita sendiri.
1. Baca satu persatu setiap feedback, saring mulai dari yang paling realistis hingga ke yang idealis, serta sisihkan feedback yang kurang serius.
2. Buat list plus minus untuk saran yang realistis untuk diwujudkan,
jika menguntungkan, segera buat timeline dan roadmap untuk melaksanakannya.
3. Untuk saran yang idealis, bahas bersama tim, dan pikirkan dalam-dalam, apakah sesuai dengan visi misi kita. Jika sesuai, buat perencanaan jangka panjang untuk mewujudkannya.
4. Buat review untuk tiap pelaksanaan.
5. Jangan lupa, untuk berterimakasih kepada pemberi feedback
© 2013 O.GI Blog Teknologi dan Hal Ga Mutu Lainnya | Theme by Eleven Themes
aku lagi yang pertama….
Point No. 3…
untuk yang pertama isi comment
) =))
rajin amir sekarang? ndang nikah! :p
sesuk tak salip dah… wes ga tahan juga je.
setuju.. kritik sangat penting untuk perkembangan usaha…
mestinya ada kolom komentarnya…
setuju banget mas Ogi, asal ngga’ cuma lip’s service!
iyah, susah juga tuh
masukan yang paling berharga adalah dari para konsumen, jadi seharusnya setiap pengusaha menggunakan “feedbac” semacam ini untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan
setuju hun
yup, bener banget. secara aku termasuk konsumen yg kl udah kecewa ga bilang, tapi langsung ga mau lagi datang
dan ternyatah, konsumen spt itu banyak…
hahah, emang sebagian besar males kasih kritik, tapi yang mau kasih kritik jg banyak kok
Ic..Ic…Masukan dari pelanggan itu memang harus ada. Dengan begitu, si penyedia jasa/produk tahu kekurangannya.
jtips2 nya oke nih, biar pelanggan puas, lha kemarin aku puas sekali keluar dari apotek karena layanannya begitu prima blom hadiah2 kecilnya
hadiah kecilnya apaan tuh?
iya yah, feedback memang penting banget, untuk segera menyadarkan kita dari kesalahan.
pelajaran berharga nih mas ogi!
feedback ini sering jadi bumerang bagi karyawan, terutama karyawan yg berhadapan langsung dengan pelanggan.. ujung2nya bisa jadi peringatan bahkan pemecatan.
dilematis.
yah begitulah, daripada karyawannya malah menghancurkan perusahaan secara keseluruhan? emang harus mengambil pilihan
gi mana broooo aku liat ada masalah sama penempatan gambar ya?
masalah gimana sih? aku kok ga paham
nang kantorku ketoke yo perlu dipasangi pengumuman feedback ngunu kui.
ben pelanggan ktp tidak beralih ke tempat lain.
hahahha, tul tul
fidbek paling epektip justru, menurut ane’, saat pemilik bertatap muka langsung dan mengobrol layaknya warung kupi bareng si pelanggan.
suasana kekeluargaan yang terbangun bikin pelanggan betah dan menyampaikan pendapat tanpa pakewuh..
bagus banget pendapatnya, patut di coba
Yg buat lebih mangkel tuh kalo sudah nyampein feedback eh malah dicuekin. Kadang ada tho perusahaan/usaha/bisnis yg membeda-bedakan customer. Kalo customer kelas kakap kasih feedback cepet2 deh ditanggapin, tapi kalo customer teri harus sabaaaaaar terus.
wah betul banget.. jadinya bisa tercapai kepuasan pelanggan yah bos.. hehhe.. gaji naik donk.. hahah.. (gajelas banget lo du..)
biasanya sih pelanggan akan semangat kalo ada hadiah buat memberikan kritik atau saran gitu. kaya piring cantik hahah
point #4. Bener tuh. Keseringan ballpointnya udah gak nyala dan gak bisa dipake. SMS aja kalik ye paling oke…
ini saya sangat setuju sekali. kita memerlukan krik. entar ah saya aplikasikan di tokoku, makasih mas oggix
jamu psikologi kunjungi http://www.setansatan.blogspot.com jamu memang pahit
kebenaran sejati klik : http://answering-ff.org/board/