FeedBack

Pemilik suatu rumah makan, baru saja sadar mengalami kemunduran dalam beberapa bulan terakhir. Usut-punya usut, penyebabnya simpel, omlet bikinan salah saut kokinya terlalu asin.
Mengapa hal kecil tersebut bisa terjadi hingga berbulan-bulan?
Jawabannya mudah, karena pelanggan tidak bisa memberikan masukan ke rumah makan tersebut. Pelanggan yang kecewa dengan rasa omlet tsb, hanya menggurutu, dan berjanji tidak akan kembali lagi besok-besok.
Feedback, ya kita butuh feedback untuk mengetahui setiap detail kekurangan bisnis kita. Feedback jauh lebih dibutuhkan untuk bisnis retail yang langsung bersentuhan dengan pelanggan.
Untuk itu, pastikan kita selalu mempublikasikan cara yang mudah dan murah bagi pelanggan untuk memberikan feedback pada bisnis kita.
Dengan cara yang mudah dan murah, tentu saja pelanggan akan dengan senang hati memberikan masukan, dan tentu saja kita akan lebih dini mengetahui borok yang ada dalam tubuh bisnis yang kita seriusi.

Jalur yang jelas
1. Tampilkan cara penyampaian feedback di tempat-tempat strategis, yang sering dilihat pelanggan.
Misalnya, pada gambar di atas, toko bodyshop menampilkan jalur feedback nya di kasir, tempat yang pasti dikunjungi pelanggannya.
2. Beri kepastian pada pelanggan bahwa setiap feedback akan ditangani secara serius.
3. Jika memungkinkan, untuk menarik pelanggan mengkritik, kasih semacam doorprize ![]()
4. Cari cara semudah mungkin bagi pelanggan, misalkan bisa melalui sms, bisa melalui kertas.
Ingat, jika menggunakan kotak saran, sediakan bolpoin bagus disitu, banyak toko menyediakan kotak saran, tapi bolpoinnya mati, sama juga bo ong.
Ingat, semakin banyak kritikan ataupun saran untuk bisnis kita, bukan berarti bisnis kita buruk, justru itu menunjukkan kecintaan para pelanggan. So, jangan takut-takut untuk mengumpulkan sebanyak mungkin kritikan untuk bisnis kita.
Konsekuensi
Dengan terkumpulnya feedback, kita mempunyai tanggung jawab besar untuk benar-benar memperhatikan setiap kritikan tersebut. Jika kita mengabaikan, justru akan menjadi bumerang bagi kita sendiri.
1. Baca satu persatu setiap feedback, saring mulai dari yang paling realistis hingga ke yang idealis, serta sisihkan feedback yang kurang serius.
2. Buat list plus minus untuk saran yang realistis untuk diwujudkan,
jika menguntungkan, segera buat timeline dan roadmap untuk melaksanakannya.
3. Untuk saran yang idealis, bahas bersama tim, dan pikirkan dalam-dalam, apakah sesuai dengan visi misi kita. Jika sesuai, buat perencanaan jangka panjang untuk mewujudkannya.
4. Buat review untuk tiap pelaksanaan.
5. Jangan lupa, untuk berterimakasih kepada pemberi feedback ![]()










myunregister said
am August 25 2008 @ 12:25 pm
aku lagi yang pertama….
Point No. 3…
untuk yang pertama isi comment
:)) =))
[reply this comment]
oggix reply on 28 August 2008:
rajin amir sekarang? ndang nikah! :p
myunregiser reply on 4 September 2008:
sesuk tak salip dah… wes ga tahan juga je.
ika said
am August 25 2008 @ 12:42 pm
setuju.. kritik sangat penting untuk perkembangan usaha…
[reply this comment]
edy said
am August 25 2008 @ 1:24 pm
mestinya ada kolom komentarnya…
[reply this comment]
inos said
am August 25 2008 @ 4:00 pm
setuju banget mas Ogi, asal ngga’ cuma lip’s service!
[reply this comment]
oggix reply on 28 August 2008:
iyah, susah juga tuh
thea said
am August 25 2008 @ 4:58 pm
masukan yang paling berharga adalah dari para konsumen, jadi seharusnya setiap pengusaha menggunakan “feedbac” semacam ini untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan
[reply this comment]
oggix reply on 28 August 2008:
setuju hun
septy said
am August 25 2008 @ 7:57 pm
yup, bener banget. secara aku termasuk konsumen yg kl udah kecewa ga bilang, tapi langsung ga mau lagi datang
dan ternyatah, konsumen spt itu banyak… 
[reply this comment]
oggix reply on 28 August 2008:
hahah, emang sebagian besar males kasih kritik, tapi yang mau kasih kritik jg banyak kok
merahitam said
am August 26 2008 @ 7:29 am
Ic..Ic…Masukan dari pelanggan itu memang harus ada. Dengan begitu, si penyedia jasa/produk tahu kekurangannya.
[reply this comment]
Elys Welt said
am August 26 2008 @ 4:50 pm
jtips2 nya oke nih, biar pelanggan puas, lha kemarin aku puas sekali keluar dari apotek karena layanannya begitu prima blom hadiah2 kecilnya
[reply this comment]
oggix reply on 28 August 2008:
hadiah kecilnya apaan tuh?
ridhocyber said
am August 27 2008 @ 12:58 am
iya yah, feedback memang penting banget, untuk segera menyadarkan kita dari kesalahan.
pelajaran berharga nih mas ogi!
[reply this comment]
chodirin said
am August 27 2008 @ 6:01 am
feedback ini sering jadi bumerang bagi karyawan, terutama karyawan yg berhadapan langsung dengan pelanggan.. ujung2nya bisa jadi peringatan bahkan pemecatan.
dilematis.
[reply this comment]
oggix reply on 28 August 2008:
yah begitulah, daripada karyawannya malah menghancurkan perusahaan secara keseluruhan? emang harus mengambil pilihan
Ronggo said
am August 27 2008 @ 8:49 pm
gi mana broooo aku liat ada masalah sama penempatan gambar ya?
[reply this comment]
oggix reply on 28 August 2008:
masalah gimana sih? aku kok ga paham
pns gemblung said
am August 27 2008 @ 11:06 pm
nang kantorku ketoke yo perlu dipasangi pengumuman feedback ngunu kui.
ben pelanggan ktp tidak beralih ke tempat lain.
[reply this comment]
oggix reply on 28 August 2008:
hahahha, tul tul
Mas Kopdang said
am August 28 2008 @ 7:58 am
fidbek paling epektip justru, menurut ane’, saat pemilik bertatap muka langsung dan mengobrol layaknya warung kupi bareng si pelanggan.
suasana kekeluargaan yang terbangun bikin pelanggan betah dan menyampaikan pendapat tanpa pakewuh..
[reply this comment]
oggix reply on 28 August 2008:
bagus banget pendapatnya, patut di coba
Ecko said
am August 29 2008 @ 8:33 am
Yg buat lebih mangkel tuh kalo sudah nyampein feedback eh malah dicuekin. Kadang ada tho perusahaan/usaha/bisnis yg membeda-bedakan customer. Kalo customer kelas kakap kasih feedback cepet2 deh ditanggapin, tapi kalo customer teri harus sabaaaaaar terus.
[reply this comment]
ridu said
am September 1 2008 @ 3:16 pm
wah betul banget.. jadinya bisa tercapai kepuasan pelanggan yah bos.. hehhe.. gaji naik donk.. hahah.. (gajelas banget lo du..)
biasanya sih pelanggan akan semangat kalo ada hadiah buat memberikan kritik atau saran gitu. kaya piring cantik hahah
[reply this comment]
doc_wong said
am September 1 2008 @ 6:03 pm
point #4. Bener tuh. Keseringan ballpointnya udah gak nyala dan gak bisa dipake. SMS aja kalik ye paling oke…
[reply this comment]
dien said
am September 25 2008 @ 3:17 pm
ini saya sangat setuju sekali. kita memerlukan krik. entar ah saya aplikasikan di tokoku, makasih mas oggix
[reply this comment]
kebenaran said
am December 28 2008 @ 8:50 pm
jamu psikologi kunjungi www.setansatan.blogspot.com jamu memang pahit
[reply this comment]
kebenaran_EQ said
am May 18 2009 @ 3:02 am
kebenaran sejati klik : http://answering-ff.org/board/
[reply this comment]